Apa
itu perpangkatan?
Perpangkatan adalah penyederhanaan penulisan
dari operasi bilangan yang serupa.
Contoh:
2 x 2 x 2 x 2 x 2 …ditulis 25
(dibaca dua pangkat lima)
Mengapa
perlu dipelajari Perpangkatan ini?
Memang sekarang zaman sudah canggih, adanya
kalkulator dan komputer mempermudah kita dalam menghitung. Akan tetapi, sebagai
manusia kita tetap harus tahu proses yang terjadi dalam perhitungan alat
tersebut. Dan alat memiliki keterbatasan dalam melakukan operasi perhitungan
yang tidak masuk dalam desain alat tersebut. Ok, jika 2 x 2 x 2 x 2 x 2…..
mungkin kalkulator masih bisa digunakan untuk menghitung proses tersebut, bagaimana bila 2 x 2 x 2 x 2 x 2….. x 2 x 2 x
2 (perkalian dua sebanyak 1000 kali?) tentunya akan repot untuk menulis atau mengetik angka dua sebanyak seribu kali ini. Dengan adanya sistem perpangkatan ini kita dengan mudah tinggal menulis 21000
Seringkali siswa bingung dalam mempelajari
tentang materi perpangkatan ini. Padahal perpangkatan ini sangat mudah
dimengerti. Ada dua hal dan satu kata kunci yang yang menjadi inti
dalam memperlajari materi perpangkatan ini, apabila siswa memahami mengenai dua
hal itu dan paham juga tentang satu kata itu, maka siswa akan dapat mudah
mengerti dalam memahami materi perpangkatan ini. Dua hal itu adalah:
1)
Bilangan Pokok
2)
Bilangan Pangkat
Sedangkan satu kata kunci itu adalah Sama, maksudnya: “jika bilangan
pokok SAMA tetapi bilangan pangkat
berbeda maka bentuk tersebut dapat disederhanakan”….atau….”jika bilangan
pangkat SAMA tetapi bilangan pokok
berbeda maka bentuk itupun dapat disederhanakan”.
Untuk mempermudah mari kita bahas
satu-persatu. Pertama mari kita pahami apa itu bilangan pokok dan apa itu
bilangan pangkat.
Contoh:
a. 23 (2 disebut bilangan pokok dan 3 disebut
sebagai bilangan pangkat)
b. an (a disebut bilangan pokok dan n disebut
sebagai bilangan pangkat)
intinya adalah yang bawah disebut dengan
bilangan pokok dan yang atas (biasanya tulisannya lebih kecil dari yang bawah)
disebut dengan bilangan pangkat.
Operasi Bilangan
Pangkat
Kuncinya adalah SAMA.
Contoh:
a. 23 x 25
(23 bilangan pokok = 2
dan bilangan pangkat =3)
(25 bilangan pokok = 2 dan
bilangan pangkat = 5)
Terlihat
bahwa ada yang sama, yaitu bilangan pokok = 2….kesimpulannya adalah operasi itu
bisa disederhanakan. Menjadi 23+5 = 28
b. 23 x 33 (23 bilangan pokok = 2 dan
bilangan pangkat =3)
(33 bilangan pokok = 3 dan
bilangan pangkat =3)
Terlihat bahwa ada yang sama,
yaitu bilangan pangkat = 3….kesimpulannya adalah operasi itu bisa
disederhanakan. Menjadi (2 x 3)3 = 63

Tidak ada komentar:
Posting Komentar